Suara Piano

Saya terbangun sekitar pukul 3 dinihari. Saya sebelumnya bermimpi: bertemu dan berbincang-bincang dengan seorang perempuan, entah siapa namanya, yang saya ketahui dulu tinggal di rumah, di dekat tempat tinggal saya saat kecil dulu.

Pada suatu malam, lebih dari tiga dekade silam, saya berjalan kaki melewati depan rumah perempuan itu, yang dulu masih remaja. Ketika itu, saya mendengar suara dentingan piano. Saya melihat lewat kaca depan rumahnya, perempuan itu sedang berlatih memainkan piano. Saya sangat terkesan dengan suara piano yang sangat indah. Mungkin itu kali pertama saya mendengar dentingan suara piano yang begitu indahnya hingga terasa menyentuh hati. Sejak dulu sampai sekarang, saya tidak pernah tahu siapa nama perempuan itu. Pada bagian depan rumah yang ditempati keluarganya, ada warung kelontong. Saya dulu kadang-kadang membeli jajanan di warung itu.

Di dalam mimpi, saya bertanya-tanya kepada perempuan itu, “Bagaimana? Bagaimana?” Maksud pertanyaan saya adalah menanyakan bagaimana perkembangan permainan piano perempuan itu sekarang. Wajahnya sedih. Ia berbicara sesuatu yang saya tidak ingat apa isinya.

Saya tidak tahu apakah mimpi itu muncul karena ketika sebelum tidur, saya menemani putri saya berlatih lagu The Harebell dengan menggunakan keyboard. Putri saya ini sudah beberapa waktu mengikuti les piano, tetapi sayangnya, saya masih harus menabung untuk membelikannya piano yang bagus.

Tentu saja tiruan suara piano dari keyboard tidak seindah suara dentingan piano sesungguhnya, terutama suara dentingan piano yang saya dengar berpuluh-puluh tahun silam.

Advertisements